Jumat, 20 Juni 2014

Manfaat Mengonsumsi Pepaya Muda


Vemale.com - Ladies pasti sudah tidak asing dengan buah yang satu ini. Ya, buah berwarna oranye ini memang kaya akan vitamin dan akan membantu pencernaan. Namun tahukah Anda bahwa pepaya yang belum matang ternyata juga punya banyak manfaat? Berikut ini beberapa manfaat pepaya yang belum matang seperti yang dilansir oleh merdeka.com

1. Menjaga Pencernaan

Enzim papain dan juga chymopapain yang ada dalam pepaya muda membantu menjaga kesehatan pencernaan serta terbantuknya gas dalam perut. Pepaya muda tidak akan menyebabkan kembung dan membantu sistem pencernaan agar bekerja dengan lebih lancar lagi.

2. Sistem Kekebalan Tubuh

Pepaya kaya akan vitamin A, C dan juga E. Pepaya muda diketahui bisa mencegah infeksi, pilek dan juga batuk.

3. Konstipasi

Kandungan papain dalam pepaya muda lebih banyak dibandingkan pepaya yang sudah matang. Ini akan membantu mengatasi konstipasi secara Alami.

4. Meningkatkan Produksi ASI

Bagi ibu menyusui, pepaya muda ini sangatlah baik untuk meningkatkan produksi ASI. Anda tidak perlu khawatir lagi akan asupan ASI untuk si buah hati.

5. Membersihkan Usus

Jus pepaya muda bisa jadi alternatif paling mudah dan terbaik untuk membersihkan usus Anda. Semua nutrisi dan juga mineral yang terkandung di dalamnya bisa menyehatkan dan membersihkan usus dari zat-zat beracun dan kotoran yang tidak baik bagi tubuh Anda.

6. Melindungi Dari Infeksi Saluran Kemih

Buah ini juga melindungi sistem ekskresi tubuh dan juga dari infeksi saluran kemih. Mengonsumsi jus ini secara rutin akan mencegah berkumpulnya bakteri pada saluran kemih.

Pepaya muda memang tidak selezat pepaya yang sudah matang Ladies. Namun, demi banyak manfaat yang akan Anda peroleh tidak ada salahnya mengonsumsi buah yang satu ini.

Minggu, 02 Maret 2014

JANGAN BUANG KULIT ARI SALAK

Kalau makan salak, jangan buang kulit arinya. Setelah kulit luar dikupas, langsung saja makan. Dengan cara makan seperti itu, kita akan terhindar dari sembelit dan penyakit lain,, Pernyataan begitu sering kita dengar belakangan. Tapi, benarkah?


inilah beberapa pendapat para pakar

Menurut Nikolai Ivanovich Valivov, ahli botani asal Rusia, memastikan bahwa asal tanaman salak adalah kawasan Indo - Malaya. Pada perkembangan selanjutnya, salak banyak dibudidayakan oleh negara - negara Filipina, Thailand, Jepang, dan Queensland. Salak (Salaca edulis) atau dalam bahasa inggris disebut dengan Snake fruit memiliki lebih dari 20 species.

Menurut F.X. Wahyurin Mitano (Ahli Gizi RSUD Dr Soetomo), dalam kulit ari salak terdapat kandungan serat yang baik yang dapat menghindarkan kita dari masalah sembelit setelah memakan buah salak. Hal tersebut juga berlaku bagi kulit ari buah jeruk dan juga “pembungkus” bulir jeruk. Kalaupun kulit ari atau pembungkus buah jeruk akan dibersihkan, sebaiknya jangan terlalu bersih, cukup bershkan kotoran yang menempel. Jangan buang bagian yang tampak seperti benang dan menempel di kulit dalam jeruk, itu juga mengandung serat, lanjut Wahyurin.
Salak juga mengandung gizi lain yang tak boleh di pandang sebelah mata, Misalnya betakaroten. Dalam 100gr salak terkandung betakaroten 5,5 kali lebih banyak daripada mangga. Kandungan betakaroten salak juga 3 kali lebih tinggi jika dibandingkan jambu biji. Hal tersebut berdasarkan data dari Pusat Litbang Gizi dan Makanan Depkes. Sayangnya tidak dijelaskan perbandingan kandungan betakaroten salak dengan wortel, sumber betakaroten yang di kenal orang. “Setidaknya salak bisa menjadi alternatif sumber betakaroten selain wortel”, ungkap Wahyurin lagi.
Dalam 100 gram salak, masih menurut Wahyurin, juga terkandung 77 kalori, 0,4 gram protein, 20,9 gram karbohidrat, 28 gram kalsium, dan 18 gram fosfor. Tiap 100 gram salak juga mengandung 0,04 mg vitamin B dan 2 mg vitamin C. “Itu kandungan rata - rata salak, baik salak pondoh maupun salak jenis yang lain” lanjut Wahyurin.
Melihat kandungan salak tadi, terutama karbohidrtat, penderita Diabetes Melitus (kencing manis) sebaiknya mengurangi konsumsi salak. Salak juga tidak disarankan untuk penderita Tifus dan penyakit lain yang membutuhkan diet rendah serat.
Penderita Thalasemia ( salah satu jenis penyakit darah) ungkap Wahyurin lagi, juga diminta mengurangi konsumsi salak. Sebab kadar Fe (zat besi) salak cukup tinggi. Pada penderita Thalasemia, kadar fe yang menumpuk bisa membahayakan organ lain, misalnya limfa. “Buah yang mengandung Fe biasanya berwarna mencolok, merah atau kekuningan. Namun ada juga buah yang mengandung fe tinggi tetapi tidak berwarna merah atau kekuningan, misalnya salak” papar Wahyurin lagi.
Buah salak yang memiliki rasa sepat rupanya tidak di anjurkan bagi penderita maag dan radang usus, karena kandungan tanin dalam buah salak dapat memengaruhi kondisi usus yang luka dan sulit di cerna.
Ooh… rupanya seperti itulah keistimewaan salak. Bermanfaat di balik kulitnya yang bersisik seperti ular.

semoga bermanfaat

Sabtu, 01 Maret 2014

Tips Tips Kesehatan: Manfaat buah salak

Tips Tips Kesehatan: Manfaat buah salak: Salak adalah tanaman tropis yang memiliki nama ilmiah  Salacca Edulis   yang hanya tumbuh di daerah tropis dan banyak diminati oleh ma...
Copyright © 2010 Kesehatan | Design : Noyod.Com | Images: Moutonzare